Rahasia Negara

February 22nd, 2006 by maskoen

 

Tapi Bo’ong. Cuma mau bilang " UPDDATE NEH". Yang jelas akan makin lelet ngeloadnya. Biarain. Tapi kok sepertinya wagu kalau cuma bilang gituan ya? ngucapin selamat aja lah buat yang abis merid, (telat banget hehe..). Ra popo lah mbangane ora. Elon yang lama ngga muncul kemarin menampakkan diri lagi, welcome back to FS (*-*,).

ngelak…..ngelak..

 

Buat menambah kegaringan, bonus post "Kiat menolak Lamaran" (kerja bukan kawin) lansung dari ngopi maste makane tulisanne ngga karuan, versi jowo, yang ngga jowo tanya teman yang jowo, yang dah mbaca ya mbaca lagi, nganti bosen :

G : Kowé mau mréné numpak opo ?
A : Nitih mobil
G : Kowé ora ketompo
A : Sebabipun ?
G : Saiki BBM mundhak terus, mengko kowé njaluk mundhak bayar terus
A : Wo, kulo wau namung mboncèng, kok
G : Tambah ora ketompo
A : Lho, lha kok … ?
G : Mengko mung gawéné mbonceng mobil kantor. Ngrusuhi !

——–
G : Anakmu akèh opo sithik ?
B : Kathah
G : Kowé ora ketompo
B : Sebabipun ?
G : Nyambut gawemu ora jenjem, mung mikir gawe anaaaaaak terus
B : Wong namung anak adopsi, kok.
G : Tambah ora ketompo
B : Lho, lha kok … ?
G : Gawe anak baé aras2en, opo manèh nyambut gawe

——–
G : Kowe wis ngerti gaweyanmu duruung ?
C : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
C : Sebabipun ?
G : Arep nyambut gawe kok ora ngerti gaweyané ?
C : Wo, nèk damelan niku mpun ngertos kok
G : Tambah ora ketompo
C : Lho, lha kok … ?
G : Kowe rak mung arep keminter, to ?

——–
G : Kowe ngerti kahanan kantor kene durung
D : Dèrèng
G : Kowé ora ketompo
D : Sebabipun ?
G : Arep nyambut gawe kok ora ngerti kantoré ?
D : Wo, sekedhik2 mpun ngertos kok
G : Tambah ora ketompo
D : Lho, lha kok … ?
G : Kowe senengané ngudhal-udhal wewadi kantor, to ?

——-
G : Kowe kerep loro ?
E : Mboten
G : Kowé ora ketompo
E : Sebabipun ?
G : Mesthi kerep mbolos, wong arang2 gering
E : Wah, sakjanipun nggih asring
G : Tambah ora ketompo
E : Lho, lha kok … ?
G : Kantor iki ora nompo karyawan pileren.

——–

G : Kowe biso main Internet ?
F : mBoten
G : Kowé ora ketompo
F : Sebabipun ?
G : Perusahaan ora nompo BI (Buta Internet)
F : Wah, sakjanipun nggih saged
G : Tambah ora ketompo
F : Lho, lha kok … ?
G : Mesthi mung ora nyambut gawé, kakèhan dolanan to ?
ngentek-entekké pulsa !

dahulu kala …

February 9th, 2006 by maskoen

Dieng_senja_2
  Secara geografis
dataran tinggi Dieng terletak di antara 103,30˚ garis BT dan 111,30˚ LS.

Untuk sampai ke Dieng,
para wisatawan biasanya lebih suka melewati Kabupaten Wonosobo (daripada misalnya via Batur, Banjarnegara). Dengan jalan
yang relative lebih nyaman, Wonosobo juga tergolong lebih banyak memberikan
informasi-informasi tentang Dieng.

 

Wonosobo : Sebuah Kabupaten yang menurut
arti etimologisnya berasal dari dua suku kata, yaitu : “ wono” yang artinya
hutan dan “sobo” yang artinya adalah “ berkelana, mendatangi, mengunjungi,
menjelajahi”. Maka, dapat disimpulkan,
Wonosobo adalah hutan, Hutan
(para?) Pengelana. Alias daerahnya “cah dolan”.

 

Perjalan Wonosobo diawali dari tiga
Pendekar “ kangouw” jaman Mataraman yaitu: Kyai Kolodete, Kyai Walik dan Kyai
Karim, yang menginjakkan kaki pertama kalinya  pada kisaran abad 17 M. Dengan segala daya
linuihnya, beliau-beliau ini “mbabad alas” yang konon angker naudzubillasyaiton
itu (keangkeran itu sampai sekarang masih ada, salah satunya yang nulis ini), membentuk
sebuah kawasan pemukiman yang layak huni, tentunya untuk takaran jaman itu.

 

Diyakini juga, Kyai Walik adalah sebagai “perancang
perkotan”-nya, Kyai Karim sebagai peletak dasar-dasar “tata
pemerintahan”-nya. Sedangkan untuk Kyai
Kolodete, sampai sekarang perannya masih dalam penyelidikan. Ada yang meyakini dia
sebagai tokoh sepiritual masyarakat Dieng dan sekitarnya.

 

Namun (lha ini anehnya) berdasarkan fakta
historis mengenai keberadaan candi-candi Dieng, jauh-jauh hari sebelum itu
(abad 5-7 M) sudah menunjukkan adanya kehidupan sebelumnya, dengan pranata
sosial yang telah teratur. Bahkan konon, di daerah itu telah berdiri kerajaan
Mataram Hindu dengan Rakai Sanjaya membangun kerajaannya tepat di tengah kota
Wonosobo yang sekarang menjadi Pasar Wonosobo. Jadi, yang bener yang mana, yang
nulis ini juga masih kurang tau. Butuh semedi dulu kali.*

naik-naik ke puncak gunung

February 9th, 2006 by maskoen

Pakbeiactiaon_2


 

..lama-lama jadi kliping ..

disadur resmi dan jujur dari suara merdeka

 

terbit perdana, playboy

February 2nd, 2006 by maskoen

Play_boy






Play boy versi manna neehh???

"Play boy, layak dibaca untuk anda yang bernyali kuda"


 

Tragedi meninggalnya Munir

January 14th, 2006 by maskoen

lanjutan dari…

Suasana hening menyelimuti. Kami kembali saling terdiam dalam
kebisuan, Cuma sesekali terdengar helaan nafas atau semburan asap rokok. Jarum jam bergeser menunjukkan pukul 2.00
WIB. “ Mas, aku tak munggah sik yo..” kata gito, kelihatan dia mau patroli
seperti biasanya para satpam bila jam sudah menunjukkan pukul 2.00. “ Yoai Git, ati-ati mbokan kesandung”
jawabku.

 

Tak lama berselang dari keberanjakan Gito, telpon kantor
berdering

” RRiiiiiiiigg…. RRiiiiiiiigg…. RRiiiiiiiigg….” telpon berteriak, seperti tak sabar minta
diangkat.

“ Iya..iya..” jawabku pula, menjawab teriakan telpon.

“ Halo..!??” sahut seseorang di kejauhan.

“ Iya, halo..” kujawab juga sahutan itu.

“Syappa nih..?”

“ Saya Pak..Munir”

” Kamu to, gimana Nir?” tanyaku.

„Ngapain malem-malem nelpon?!”

“ Laporan Pak”

“ Gilak! Laporan pagi-pagi begini, ngga lihat-lihat jam
ya kamu?”

” Ngajak dugem atau makan-makan atau apa kek!”

“Saya harap sesuatu yang penting, kalau tidak, jangan
harap akhir bulan dapat bonus!”

“ Iyya Pak, maaf. Begini Pak, ternyata, dalam kasus
pembunuhan jaksa agung, ada kaitannya dengan serangan milisi, dan ternyata juga
berhubungan erat dengan Bagian Intelegen
Ngapusi”

“ Ehmm..” aku pun berpikir sejenak.

“ Dan ini ternyata juga melibatkan petinggi BIN yang
sekarang sudah pensiun”

“ Pak Hendry Parjono..?!”

“Betul Pak”

“Terus..? Apa hubungannya milisi dengan bin?!”

” Begini Pak, untuk yang itu masih dalam pengusutan, tapi
yang jelas, indikasinya mengarah ke sana”

”OK,
what ever lah, tapi indikasinya apaan?!”

“Komandan
milisi yang tak pernah terlihat di dunia per-milisian, disinyalir resmi oleh
situs Underground sebagai alumni dari bin”

“Yang namanya Letkol. Polyklinik Pak”

“Halah, situs gituan elu percaya, yang resmi dong! ”

“Aktor LSM kawakan kok ngga valid?!”

“ Wah, jangan begitu Pak, bagaimana-bagaimana,
orang-orang di belakang situs underground adalah orang-orang yang jelas
kompeten di bidangnya, ngga kaya Rio Saeba, kacangan!”

“ Baiklah. Tapi kamu bener yakkin kan?”

“ Yuakkin Pak” Munir menjawab pasti.

 

***

 

Hendry Parjono Camp.

Percakapan Hendry Parjono dengan Mr. X (tele communication
with YM)

mr_x
: BUZZ!!

hendry_x
: hi..

mr_x
: aman..?!

hendry_x
: aman bos!

mr_x : ada info
penting

hendry_x : seperti biasa?

mr_x
: yup

hendry_x
: copy!

mr_x
: waspada, eliminate!

hendry_x
: siap!

www.xxxyyyy.net>>klik

save
your file to disk>>OK

open
file>>OK

(Critanya abis download file terenkripsi)

Munir mencium keberadaan milisi dan dia mencium keterlibatannya dengan kita. Singkirkan!!”

 

***

Liputan 6 Petang SCTV,

”Selamat
Sore Pemirsa”


Tokoh pembela HAM yang terkenal kritis dan vokal diketemukan
meninggal di Kereta Argo Lawu jurusan Madiun. Penyebab kematian masih dalam penyelidikan”

 

***

Enam bulan sebelumnya.

Di sebuah desa pelosok terjadi kericuhan yang konon melibatkan
milisi sayap kiri. Milisi ini mempunyai visi dan misi - jelas – mengacaukan
ketertiban umum.

 

***

Sebulan kemudian seorang jaksa mati mengenaskan. 

***

The_milisia

Bin, sebagai organisasi intelegen bentukan pemerintah
lo
kal, pada masanya merupakan oraganisasi dengan dana operasional yang besar,
tapi sejak pergantian
kepemimpianan, pendanaan untuk operasionalnya dikurangi.
Dalam Rangka meningkatkan jumlah pendanaannya – yang telah diambil alih oleh
dinas keamanan lainnya – mereka melancarkan kekacauan-kekacauan melalui
milisi-milisi sayap kiri yang masih mengafiliasi pada organisasi ini.
Entah
bagaimana, pentolan milisi cabang desanya (mcd) ketangkap, dan telah duduk dikursi panas
. Dan sehari menjelang vonis, p
jaksa yang mengadili tewas karena serangan jantung. Dan entah bagaimana caranya, Munir bisa
mengetahui keadaan ini.

***

Hari ini Munir diketemukan mati di Kereta Argo Lawu
jurusan Madiun.

 

***

Aku pun hanya mengguman

“ Gua lu lawan, jangan harap ye”…


***

(crita ini fiktif belaka, jangan percaya begitu saja. Jika ada kesamaan nama tokoh, itu hanya kebetulan)


cuma status, ngga pake quo..

January 14th, 2006 by maskoen

Ada yang lucu di hari ini
aku pasang status  " nyetealth ni yee.. "
terus ada yang konfirmasi seperti berikut:

Ym_with_fahmi

Padahal murni deh, iseng huahahaha….nguakakke puolll.!!!

nb : Fahmi Hidayat
       Public Policy Program
       National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS)
       Roppongi, Minato-ku, Tokyo, Japan

 

Warning buat perokok?!

January 12th, 2006 by maskoen

yang bener yang mana seh?!

Sebenarnya berbahaya ngga ya formalin? kayanya emang berbahaya.

Kalau mamang rokok mengandung formalin seperti pada artikel di atas, berarti kandungan formalin yang ada dalam badan saya ..?!

Atau memang hanya pengalihan dari berbagai permasalahan yang menggayuti bangsa ini ..?!

seperti kata Dr. Yuswanto

"Lagi-lagi yang dirugikan masyarakat kecil.
Penjual mie basah, tahu, dan ikan asin dirugikan. Seharusnya, kita
berpegang pada hasil penelitian yang akurat. .."

"…Kasihan pedagang kecil "

Atau barangkali, anjuran kepada para perokok agar segera menghentikan kebiasaan buruknya ?

dan yang pasti, "mbuhh..!!"  adalah jawaban yang paling gampang ..

ada yang berminat ikutan bingung?

Met tahun baru 2006

December 30th, 2005 by maskoen

Met tahun baru 2006.

met tahun baru 2006 teman-teman, semoga pertemanan kita di tahun-tahun yang akan datang makin hot. 

(walupun pas tanggal tuo, duit ntek-ntekan, semangat tetep…)

 

resonansi

December 29th, 2005 by maskoen

Girl: Do I ever cross your
mind?
Boy: No

Girl: Do you like me?
Boy: Not really

Girl: Do you want me?
Boy: No

Girl: Would you cry if I left?
Boy: No

Girl: Would you live for me?
Boy: No

Girl: Would you do anything for me?
Boy: No way

Girl: What would you choose: your life or me?
Boy: My life

The girl runs away in shock and pain and
the boy runs after her and says…

The reason you never cross my mind is
because you’re always on my mind.

The reason why I don’t like you is
because I love you.

The reason I don’t want you is
because I need you.

The reason I wouldn’t cry if you left is because
I would die if you left.

The reason I wouldn’t live for you is
because I would die for you.

The reason why I’m not willing to do anything for 
you is because I would do
everything for you.

The reason I chose my life is
because you ARE my life.

|||  thanx Sa  |||


PAK USMAN

December 21st, 2005 by maskoen

Pak Usman dalam kesehariannya, sangat
bersahaja. Walau sesekali suka marah-marah. Wajahnya yang segar, tak menunjukkan bahwa usinya telah begitu lanjut. Tiap pagi dia menyapu
sekaligus mengepel seputar wilayah kantor
dengan tak pernah lupa untuk selalu menjinjing segerobak alat pel dan beberapa botol sabun lantai. Peralatan sederhana tapi penting.

Jika melihat Pak Us (begitu biasa dia dipanggil) akupun teringat
almarhum bapakku. Pak Us sering bercerita “ Dulu waktu aku jemput bapakku
sepulang dari haji, bapakmu berteriak, Us, Bapakmu ada di sana tuh! (sambil P
Us menunjuk ke suatu tempat, menirukan)”.

Pak Us, seorang cleaning servis kantor
kami, pegawai Gol I. Berusia 47 tahun bergaji +300 rubu rupiah. Disamping sebagai
cleaning servis Sekretariat, dia juga sesekali mempunyai usaha sampingan buruh
tani di lingkungannya. Dengan gaji dan
tambahan dari usahanya, P Us kesulitan tuk membiayai sekolah anak-anaknya yang
berjumlah 3 orang, sapalagi membeli
sebuah sepeda motor merk tak terkenal sekalipun.

Entah, apakah kenaikan harga bbm, tarif
dasar listrik, tarif telephone, harga gas dan harga beras mempengaruhi
hidupnya. Yang terlihat dalam kesehariannya hanyalah kedisiplinan dan semangat
kerja tinggi, yang mamaksa untuk selalu bercermin. Malu!Kabur_1

Dibandingkan dengan Pak Us, kehidupan
orang-orang di sekelilingnya menunjukkan kesenjangan. Misalnya dibandingkan saya mungkin. Apalagi dibandingkan dengan
tunjangan presiden dan anggota DPR yang telah naik. Fantastis!

Jadi ingat suatu cerita tentang
kenaikan jabatan. Konon, pada tahun 20xx, Presiden terpilih saking bahagianya,
mengajukan suatu rancangan Perundang-Undangan. Yang intinya adalah, untuk
menghormati dan menghargai para pegawai yang telah bertahun-tahun mengabdi,
maka jabatannya akan dinaikkan. Kalau wakil bupati jadi bupati, wakapolda jadi
Kapolda, Wakil kepala jadi kepala dan begitu seterusnya (kecuali wakil presiden
tentunya). Kalau ada dobel jabatan, tak
mengapa, bisa diatur. Semua pihak pun menyetujuinya. Sampailah kepada pihak
“wakil rakyat”. Mereka keras-keras menentang. Pokoknya menentang. Apapun yang terjadi. Mobil dinas baru tak menggoyahkan pikiran mereka. Vila di puncak, tak
mau juga. Presiden pun bingung. Kenapa? Dikirimlah para utusan untuk menanyakan
secara pribadi kepada para “wakil rakyat”. Dan usut punya selidik, nampaklah secercah titik terang. Ternyata , beliau-beliau ini tak mau, kalau jabatan yang tadinya “ wakil rakyat”, menjadi “rakyat !”. 

Seperti P Usman.