Met tahun baru 2006
Friday, December 30th, 2005met tahun baru 2006 teman-teman, semoga pertemanan kita di tahun-tahun yang akan datang makin hot. (walupun pas tanggal tuo, duit ntek-ntekan, semangat tetep…)
met tahun baru 2006 teman-teman, semoga pertemanan kita di tahun-tahun yang akan datang makin hot. (walupun pas tanggal tuo, duit ntek-ntekan, semangat tetep…)
Girl: Do I ever cross your
mind?
Boy: NoGirl: Do you like me?
Boy: Not reallyGirl: Do you want me?
Boy: NoGirl: Would you cry if I left?
Boy: NoGirl: Would you live for me?
Boy: NoGirl: Would you do anything for me?
Boy: No wayGirl: What would you choose: your life or me?
Boy: My lifeThe girl runs away in shock and pain and
the boy runs after her and says…The reason you never cross my mind is
because you’re always on my mind.The reason why I don’t like you is
because I love you.The reason I don’t want you is
because I need you.The reason I wouldn’t cry if you left is because
I would die if you left.The reason I wouldn’t live for you is
because I would die for you.The reason why I’m not willing to do anything for
you is because I would do
everything for you.The reason I chose my life is
because you ARE my life.||| thanx Sa |||
Pak Usman dalam kesehariannya, sangat
bersahaja. Walau sesekali suka marah-marah. Wajahnya yang segar, tak menunjukkan bahwa usinya telah begitu lanjut. Tiap pagi dia menyapu
sekaligus mengepel seputar wilayah kantor
dengan tak pernah lupa untuk selalu menjinjing segerobak alat pel dan beberapa botol sabun lantai. Peralatan sederhana tapi penting.
Jika melihat Pak Us (begitu biasa dia dipanggil) akupun teringat
almarhum bapakku. Pak Us sering bercerita “ Dulu waktu aku jemput bapakku
sepulang dari haji, bapakmu berteriak, Us, Bapakmu ada di sana tuh! (sambil P
Us menunjuk ke suatu tempat, menirukan)”.
Pak Us, seorang cleaning servis kantor
kami, pegawai Gol I. Berusia 47 tahun bergaji +300 rubu rupiah. Disamping sebagai
cleaning servis Sekretariat, dia juga sesekali mempunyai usaha sampingan buruh
tani di lingkungannya. Dengan gaji dan
tambahan dari usahanya, P Us kesulitan tuk membiayai sekolah anak-anaknya yang
berjumlah 3 orang, sapalagi membeli
sebuah sepeda motor merk tak terkenal sekalipun.
Entah, apakah kenaikan harga bbm, tarif
dasar listrik, tarif telephone, harga gas dan harga beras mempengaruhi
hidupnya. Yang terlihat dalam kesehariannya hanyalah kedisiplinan dan semangat
kerja tinggi, yang mamaksa untuk selalu bercermin. Malu!
Dibandingkan dengan Pak Us, kehidupan
orang-orang di sekelilingnya menunjukkan kesenjangan. Misalnya dibandingkan saya mungkin. Apalagi dibandingkan dengan
tunjangan presiden dan anggota DPR yang telah naik. Fantastis!
Jadi ingat suatu cerita tentang
kenaikan jabatan. Konon, pada tahun 20xx, Presiden terpilih saking bahagianya,
mengajukan suatu rancangan Perundang-Undangan. Yang intinya adalah, untuk
menghormati dan menghargai para pegawai yang telah bertahun-tahun mengabdi,
maka jabatannya akan dinaikkan. Kalau wakil bupati jadi bupati, wakapolda jadi
Kapolda, Wakil kepala jadi kepala dan begitu seterusnya (kecuali wakil presiden
tentunya). Kalau ada dobel jabatan, tak
mengapa, bisa diatur. Semua pihak pun menyetujuinya. Sampailah kepada pihak
“wakil rakyat”. Mereka keras-keras menentang. Pokoknya menentang. Apapun yang terjadi. Mobil dinas baru tak menggoyahkan pikiran mereka. Vila di puncak, tak
mau juga. Presiden pun bingung. Kenapa? Dikirimlah para utusan untuk menanyakan
secara pribadi kepada para “wakil rakyat”. Dan usut punya selidik, nampaklah secercah titik terang. Ternyata , beliau-beliau ini tak mau, kalau jabatan yang tadinya “ wakil rakyat”, menjadi “rakyat !”.
Seperti P Usman.
…..malem-malem
denger lagu ginian….
…payah..
UNGU
Tiada bisa ku lupa
Saat yang indah, yang terindah
Yang kita lewati bercinta
Semua kebiasaanYang kita lalui berdua
Kini jadi puing kenangan
Sebab engkau t’lah pergi
Sambil menangis kau katakan
Kau tak akan pernah kembali
Dan dapat ku pahami
Satu alasan yang kau beri
Apa yang mereka ingini
S’gala yang terbaik untukmu
(Sendiri aku dalam gelapku
tiada satupun menemaniku 2x
Jika itu memang terbaik, untuk dirimu
Walau berat untukku, berpisah denganmu
Hapus sudah air matamu, aku mengerti
Ini bukan maumu, ini bukan inginmu
(Sendiri aku dalam gelapku
tiada satupun menemaniku)
Link: Republika Online : http://www.republika.co.id.
Kasus Foto Mayang Sari, Presiden Tidak Marah
hati-hati ada blogger ditangkepin.
![]()
tapi nulis ngaco jalan terus…. ![]()
Link: Halal dan Haram dalam Islam.
testing, halaman temen (sory Djie, main kemplang aja, bagus seh). barangkali bisa dibuka. bagi yang berminat langsung nylonong aja deh ke kolom hikmah (kecuali kalo yang kelihatan cuma undangan lha lain lagi). semacam hikmah fajar, rangkuman adjie dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. saran, jangan ngisi buku tamu deh, marahi mumet. ngelihat foto adji ma istrinya lha boleh. begitu sampai pada nav hikmah, muncullah tulisan-tulisan ( rangkuman) mengurai segala yang dibutuhkan kaum muslimin. lumayan komplit.
semoga manfaat, buat yang ( sempat ) mbaca dan buat saya kususnya (kalau sempat mbuka juga).
nb : disarankan menggunakan pop up blocker + anti spy yang kuat, kalau tidak bisa bahaya, nggilani tur saru..!
Puisi. Apaan ya? Kayanya sebuah karya sastra, yang terdiri dari kata yang terkadang bersajak, terkadang ngga karuan, alias semau yang mau ngungkapin unek-uneknya, yang karena satu dan lain hal bingung untuk mengungkapkan dalam bentuk lainnya - tindakan mungkin - sehingga terbentuklah apa yang disebut puisi. Untuk lebih jelasnya, buka kamus besar bahasa indonesia saja kali.
Di bawah ini ada beberapa puisi karya orang yang katanya kondang. Hebatnya, ada juga orang-orang kondang yang kebakaran jenggot begitu mendengarnya (mungkin ngga punya jiwa seni beliaunya ini), contohnya yang di bawah ini :
Bolehkan kami
bertanya?
apakah artinya bertugas mulia ketika kami hanya terpinggirkan tanpa
ditanya,
tanpa disapa?
Kapan sekolah kami lebih baik dari kandang ayam?
Kapan
pengetahuan kami bukan ilmu kedaluwarsa?
Mungkinkah berharap yang
terbaik dalam kondisi yang terburuk?…
Prof. Dr. Winarno Surachmad
seperti saya bilang, ada yang marah-marah ( persisnya tokoh papan atas nomor dua), padahal kan bagus tuh puisi, REALITA!!. Yang lebih simple dari itu, dan ngga kalah menggigit juga ada kok, seperti ini nih :
MERDEKA
"belum"
Ikranegara
Selain puisi yang nylekit , yang alusan dan syahdu juga ada, maklum dalam rangka lebaran (tercampur dengan geguritan dan poem ) :
Tiada embun yang
lebih bening selain beningnya hati
Tulusnya jiwa
membuka pintu maaf di hari yang firtri
M saleh (puisi)
The voice of the
muazzin
to call for the
maghrib prayer
on the last day
of the month of Ramadhan
signalled the
arrival of Idul Fitri, The Day of Victory
To our brother
and sisters who celebrated the day
May Alloh grant
all our wishes, yours and mine
Prof. Retmono (poem)
Aruming
pangruwating jiwo
winahyo ing
lekasing ati suci
sumusul
lumunturing nugraha jatining sedya
Sugeng riyadi
nyuwun gunging pangaksami lair tuwin batos
Djoko M (geguritan)
Ada juga lainnya, yang ndagel tapi ngilu meneriakan kemarahan terhadap sikon, seperti ini nih bunyinya (maaf kepada masyarakat Batak) :
Horas Bah BBM naik
Hidup tambah
Simanungkalit
Pandapatan
Manurung
Hidup bagai
mendaki Tobing
Tak ada lagi
Harahap
Kepala pusing
sampai Sibutarbutar
Rambut rontok
nyaris Poltak
Jumlah rakyat
miskin sudah Pangaribuan
Anak- anak
menangis Marpaung-paung
Otak jadi
Sitompul
Tapi kita diminta
Sitorus
Jangan putus
Harahap
Mesti minta
Parlindungan
Supaya
Bonar-Bonar selamat, Buteeettt…
Wibisono, Ketua Forum Rektor
Indonesia (maaf kepada orang Batak)
Dan liding dongeng, sepertinya dalam isinya yang terkadang nyinyir, puisi juga mampu meruntuhkan tebalnya tembok kekuasaan atau gelapnya liku kehidupan, sama halnya dengan cinta ( sejujurnya, saya juga belum dapat mendefinisikan arti cinta itu sendiri). Seperti kata kahlil gibran dalam puisinya sebagai berikut :
Cinta berbicara
ketika lidah
kehidupan
terdiam kaku
Cinta nampak
sebagai
pilar-pilar
menara cahaya
ketika kegelapan
melingkupi segala
sesuatu