Tragedi meninggalnya Munir

lanjutan dari…

Suasana hening menyelimuti. Kami kembali saling terdiam dalam
kebisuan, Cuma sesekali terdengar helaan nafas atau semburan asap rokok. Jarum jam bergeser menunjukkan pukul 2.00
WIB. “ Mas, aku tak munggah sik yo..” kata gito, kelihatan dia mau patroli
seperti biasanya para satpam bila jam sudah menunjukkan pukul 2.00. “ Yoai Git, ati-ati mbokan kesandung”
jawabku.

 

Tak lama berselang dari keberanjakan Gito, telpon kantor
berdering

” RRiiiiiiiigg…. RRiiiiiiiigg…. RRiiiiiiiigg….” telpon berteriak, seperti tak sabar minta
diangkat.

“ Iya..iya..” jawabku pula, menjawab teriakan telpon.

“ Halo..!??” sahut seseorang di kejauhan.

“ Iya, halo..” kujawab juga sahutan itu.

“Syappa nih..?”

“ Saya Pak..Munir”

” Kamu to, gimana Nir?” tanyaku.

„Ngapain malem-malem nelpon?!”

“ Laporan Pak”

“ Gilak! Laporan pagi-pagi begini, ngga lihat-lihat jam
ya kamu?”

” Ngajak dugem atau makan-makan atau apa kek!”

“Saya harap sesuatu yang penting, kalau tidak, jangan
harap akhir bulan dapat bonus!”

“ Iyya Pak, maaf. Begini Pak, ternyata, dalam kasus
pembunuhan jaksa agung, ada kaitannya dengan serangan milisi, dan ternyata juga
berhubungan erat dengan Bagian Intelegen
Ngapusi”

“ Ehmm..” aku pun berpikir sejenak.

“ Dan ini ternyata juga melibatkan petinggi BIN yang
sekarang sudah pensiun”

“ Pak Hendry Parjono..?!”

“Betul Pak”

“Terus..? Apa hubungannya milisi dengan bin?!”

” Begini Pak, untuk yang itu masih dalam pengusutan, tapi
yang jelas, indikasinya mengarah ke sana”

”OK,
what ever lah, tapi indikasinya apaan?!”

“Komandan
milisi yang tak pernah terlihat di dunia per-milisian, disinyalir resmi oleh
situs Underground sebagai alumni dari bin”

“Yang namanya Letkol. Polyklinik Pak”

“Halah, situs gituan elu percaya, yang resmi dong! ”

“Aktor LSM kawakan kok ngga valid?!”

“ Wah, jangan begitu Pak, bagaimana-bagaimana,
orang-orang di belakang situs underground adalah orang-orang yang jelas
kompeten di bidangnya, ngga kaya Rio Saeba, kacangan!”

“ Baiklah. Tapi kamu bener yakkin kan?”

“ Yuakkin Pak” Munir menjawab pasti.

 

***

 

Hendry Parjono Camp.

Percakapan Hendry Parjono dengan Mr. X (tele communication
with YM)

mr_x
: BUZZ!!

hendry_x
: hi..

mr_x
: aman..?!

hendry_x
: aman bos!

mr_x : ada info
penting

hendry_x : seperti biasa?

mr_x
: yup

hendry_x
: copy!

mr_x
: waspada, eliminate!

hendry_x
: siap!

www.xxxyyyy.net>>klik

save
your file to disk>>OK

open
file>>OK

(Critanya abis download file terenkripsi)

Munir mencium keberadaan milisi dan dia mencium keterlibatannya dengan kita. Singkirkan!!”

 

***

Liputan 6 Petang SCTV,

”Selamat
Sore Pemirsa”


Tokoh pembela HAM yang terkenal kritis dan vokal diketemukan
meninggal di Kereta Argo Lawu jurusan Madiun. Penyebab kematian masih dalam penyelidikan”

 

***

Enam bulan sebelumnya.

Di sebuah desa pelosok terjadi kericuhan yang konon melibatkan
milisi sayap kiri. Milisi ini mempunyai visi dan misi - jelas – mengacaukan
ketertiban umum.

 

***

Sebulan kemudian seorang jaksa mati mengenaskan. 

***

The_milisia

Bin, sebagai organisasi intelegen bentukan pemerintah
lo
kal, pada masanya merupakan oraganisasi dengan dana operasional yang besar,
tapi sejak pergantian
kepemimpianan, pendanaan untuk operasionalnya dikurangi.
Dalam Rangka meningkatkan jumlah pendanaannya – yang telah diambil alih oleh
dinas keamanan lainnya – mereka melancarkan kekacauan-kekacauan melalui
milisi-milisi sayap kiri yang masih mengafiliasi pada organisasi ini.
Entah
bagaimana, pentolan milisi cabang desanya (mcd) ketangkap, dan telah duduk dikursi panas
. Dan sehari menjelang vonis, p
jaksa yang mengadili tewas karena serangan jantung. Dan entah bagaimana caranya, Munir bisa
mengetahui keadaan ini.

***

Hari ini Munir diketemukan mati di Kereta Argo Lawu
jurusan Madiun.

 

***

Aku pun hanya mengguman

“ Gua lu lawan, jangan harap ye”…


***

(crita ini fiktif belaka, jangan percaya begitu saja. Jika ada kesamaan nama tokoh, itu hanya kebetulan)


Leave a Reply